Kamis, 04 September 2014

Sejarah Wayang Kulit

WAYANG adalah salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol di antara banyak karya budaya lainnya. Budaya wayang meliputi seni peran, seni suara, seni musik, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, dan juga seni perlambang. Budaya wayang, yang terus berkembang dari zaman ke zaman, juga merupakan media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan, pemahaman filsafat, serta hiburan.
Menurut penelitian para ahli sejarah kebudayaan, budaya wayang merupakan budaya asli Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Keberadaan wayang sudah berabad-abad sebelum agama Hindu masuk ke Pulau Jawa. Walaupun cerita wayang yang populer di masyarakat masa kini merupakan adaptasi dari karya sastra India, yaitu Ramayana dan Mahabarata. Kedua induk cerita itu dalam pewayangan banyak mengalami pengubahan dan penambahan untuk menyesuaikannya dengan falsafah asli Indonesia.
Penyesuaian konsep filsafat ini juga menyangkut pada pandangan filosofis masyarakat Jawa terhadap kedudukan para dewa dalam pewayangan. Para dewa dalam pewayangan bukan lagi merupakan sesuatu yang bebas dari salah, melainkan seperti juga makhluk Tuhan lainnya, kadang-kadang bertindak keliru, dan bisa jadi khilaf. Hadirnya tokoh panakawan dalam_ pewayangan sengaja diciptakan para budayawan In­donesia (tepatnya budayawan Jawa) untuk mem­perkuat konsep filsafat bahwa di dunia ini tidak ada makhluk yang benar-benar baik, dan yang benar-benar jahat. Setiap makhluk selalu menyandang unsur kebaikan dan kejahatan.
Dalam disertasinya berjudul Bijdrage tot de Kennis van het Javaansche Tooneel (1897), ahli sejarah kebudayaan Belanda Dr. GA.J. Hazeau menunjukkan keyakinannya bahwa wayang merupakan pertunjukan asli Jawa. Pengertian wayang dalam disertasi Dr. Hazeau itu adalah walulang inukir (kulit yang diukir) dan dilihat bayangannya pada kelir. Dengan demikian, wayang yang dimaksud tentunya adalah Wayang Kulit seperti yang kita kenal sekarang.

Kopi Joss

Saat mengunjungi Yogyakarta, sempatkanlah mengunjungi Angkringan Lik Man. Ada kopi joss yang sangat terkenal di kalangan para traveler karena rasa dan cara pembuatannya yang khas.

Berjalanlah ke utara dari arah Malioboro atau Stasiun Tugu hingga menemukan jalan kecil ke arah barat, kemudian berbelok. Di sana Anda akan menemukan Angkringan Lik Man yang berada di sebelah kiri jalan. Cirinya, ada dua buah bakul yang dihubungkan dengan bambu, anglo dengan arang yang membara, serta deretan gelas yang ditata.

Angkringan Lik Man menyajikan banyak makanan dan minuman khas Yogyakarta. Harganya memang jauh lebih murah dari harga makanan dan minuman di restoran mewah. Namun, kualitasnya dijamin tidak kalah lezat dan nikmat. Apalagi suasannya yang sangat bersahabat, berbeda dengan suasana yang kaku di restoran.

Minuman khas di Angkringan Lik Man dan menjadi favorit bagi traveler jika berkunjung ke Yogyakarta adalah kopi joss. Kopi joss dibuat dengan gula, kopi bubuk dan diseduh dengan air mendidih, lalu ditambahkan dengan arang panas. Saat arang panas dicelupkan, maka terdengarlah bunyi josss pada kopi Anda. Rasanya yang khas dan panas akan menemani Anda menikmati kota Yogyakarta di malam hari.

Kopi joss telah menjadi minuman khas Angkringan lik Man dari tahun 1960-an. Kopi ini berkhasiat menghilangkan penyakit seperti kembung, mules, dan telah menjadi obat sakit perut. Bahkan ada beberapa tokoh yang datang ke Angkringan Lik Man untuk mencoba sendiri kopi joss, yaitu Emha Ainun Nadjib, Bondan 'Maknyuss' Winarno, bahkan Butet Kertarajasa.

Dengan membawa uang Rp 10.000, sudah lebih dari cukup untuk menikmati sajian hangat dan berkhasiat dari kopi joss, mengisi perut dengan sego kucing, dan bercengkrama dengan teman baru. Tempat yang sempurna untuk menutup malam Anda di Yogyakarta.


 Monggoh Dicobii maknyuss loo

Expired

Expired terbentuk tanggal 08-06-2014 beranggota enam orang yaitu Krisna,Dewi,Inge,Lung2,Ari dan Icha. Mungkin kata Expired memang aneh didengar, tetapi tidak bagi kami berenam. Expired sangat bermakna bagi kami dengan membentuk grup ini kami jadi lebih akrab dan mengerti satu sama lain, di Expired kami menjadi lebih terbuka satu sama lain. Suka maupun duka kami lewati bersama sama.
Bermain selalu bersama,bercanda bersama, tawa bersama, dan ngegokil bersama.Tak mudah untuk kami jalani perbedaan yang berarti dan tak mudah untuk kita lewati rintangan sili berganti, kau masih disini kita masih disini tunjukan pada dunia arti SAHABAT kau teman sehati KITA TEMAN SEJATI hadapilah dunia tetap tersenyum. We are EXPIRED!!!!!